Followers

Sabtu, 20 Maret 2010

MANUSIA DAN BUDAYA

Budaya. Ya mungkin itu hal yang paling mendasar yang membedakan antara manusia dengan hewan. Itu semua karena kemampuan manusia dapat berfikir, membedakan mana yang baik dan yang benar serta dapat menciptakan budaya itu sendiri. Bisa dikatakan hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan.

Kita sebagai manusia sering disebut makhluk sosial berbudaya, yang artinya makhluk yang harus hidup bersama dengan manusia lain dalam satu kesatuan yang disebut dengan masyarakat. disamping itu, manusia adalah makhluk yang menciptakan kebudayaan dengan berbudaya itulah manusia berusaha mencukupi kebutuhan hidupnya.

Sekarang coba kita lihat budaya negara kita Indonesia. Dan coba kalian hitung satu persatu dari sabang sampai merauke, akan sangat sulit karena amat sangat banyak dan Patut kita syukuri sebagai kekayaan dan keanekaragaman bangsa ini yang diturunkan oleh nenek moyang kita mulai dari tari-tarian, bahasa, adat istiadat, pakaian daerah, alat musik, dan masih banyak lagi.
Indahnya ya andai generasi tua maupun muda bangsa kita ini melestarikan serta merasa bangga terhadap budaya Indonesia, jati diri bangsa ini sebagai bangsa ramah tamah dengan beraneka ragam budaya, akan terlihat di mata internasioal dan mungkin bangsa ini bisa mendapatkan julukan negeri 1001 budaya.

Namun, itu semua andai. Realita yang terjadi sekarang sangatlah ironis, generasi muda khususnya sudah tidak bangga bahkan malu terhadap budaya bangsanya sendiri. Generasi muda lebih memilih dan mengikuti budaya asing/luar yang tanpa ddisadari akan melestarikan budaya asing dan mempunahkan budayanya sendiri, apalagi tidak semua budaya asing itu bersifat baik bahkan cendrung seronok.

Hanya segelintir orang saja yang mau melestarikan budaya kita ini dan hanya segelintir orang pula yang mau menontonya. Kalau begini bagaimana budaya Indonesia akan bertahan lama? Mungkin 10 tahun lagi sudah banyak bahasa daerah yang punah, tari-tarian yang hilang entah kemana serta perpindahan budaya. Akan hilang seluruh identitas bangsa.

Sekarang ini masalahnya bukan pada budaya yang di klaim oleh Malaysia tapi bagaimana agar budaya kita tidak hilang/punah seperti Dinosaurus. Merupakan PR buat kita semua 220 juta bangsa Indonesia untuk melestarikan Budaya kita sebagai Identitas bangsa. Sudah saatnya wahai anak muda, kita bangga terhadap Budaya kita, kita bangsa yang besar yang mampu untuk melestarikan Budaya kita sendiri

Tentang Saya



KISAHKU SIFATKU

Seseorang lelaki yang Dilahirkan di kota bekasi pada 26 september 1991 ya itulah diriku, mempunyai 1 orang kakak dan 1 orang adik serta kedua orang tua yang insya allah selalu berdoa untuk kesuksesanku suatu saat nanti. Sekarang aku masih menimba ilmu di Universitas Gunadarma, Universitas yang ku pilih karena dekat dari rumah, serta kualitas yang tak diragukan lagi menurut berbagai sumber yang ku cari.
Aku mempunyai sifat yang pendiam dan tidak banyak tingkah, penyayang binatang serta penggila game yang ga berubah sama sekali dari TK, SD SMP, SMA (maksudnya SMK) hingga sekarang ini.

Pada saat TK aku termasuk murid yang rajin tetapi penakut. Bahkan aku masih ingat ketika aku menghebohkan TK karena menangis menjerit-jerit ketika ibu meninggalkan ku untuk ke warung sebentar, hhee.. dasar anak cengeng. Ngomong-ngomong soal cengeng, aku ingat ketika pembagian rapot kelulusan di TK, dirapot itu tertulis “Tingkatkan prestasimu dan jangan cengeng” begitu kata guru TK ku yang sangat ku sayangi.

Beranjak ke SD, SD ku tdak jauh dari rumahku hanya 10 menit perjalanan sampai ke tempat menimba ilmu 6 tahun. Dari SD kelas 1 sampai kelas 4 aku selalu jalan kesekolah sesekali diantar oleh ayahku, kenapa? Karena aku baru bisa naik sepeda pada kelas 4 SD. Omong-omong soal SD indah ya? Dimana disana masa kecil sangat melekat hingga sekarang. Bermain bersama, di setrap kalau ga mengerjakan PR, hingga jajanan khas anak SD yang rasanya sulit dilupakan. Oh iya tau ga? Permainan Gamebot yang biasaya ada di depan SD, yang itu lho listriknya dari Aki, disana biasanya menghabiskan waktu istirahat sewaktu di SD karena pada saat itu belum ada Playstation.

Tak terasa 6 tahun berlalu, sampailah aku di tingkat SMP, bangga sekali pada saat itu saat pertama kalinya aku mengenakan seragam putih biru. Hheee... oh ya di SMP pula aku mengenal yang namanya CINTA. Apaaaaaaaahhhh? CHINTUA? Hhhaaaa ya begitulah rasa cinta pertama di waktu SMP. Di SMP juga mungkin sifat-sifat asliku mulai terbentuk karena dimasa itu rasa ingin tahu sangatlah besar.

Belum beranjak dulu ke SMA, kenapa? Karena aku sangat bingung memilih SMA/SMK.

Dengan pemikiran super keras hingga meditasi ke banten, hhhaaaaaa..... (maaf cuma bercanda) akhirnya aku memilih SMK Negeri 1 Kota Bekasi sebagai lanjutan pendidikan ku setelah smp dengan 1 alasan, yaitu SDDR (Sangat Dekat Dengan Rumah). Aku masuk Jurusan Multimedia yang merupakan salah satu jurusan favorit selain Teknik Otomotif. Disana mungkin bisa dibilang aku mememukan teman-teman terbaik ku karena kebersamaan terus menerus selama 3 tahun. SMK yang dulu dipandang sebelah mata karena sering tauran tapi itu sama sekali ga berlaku bagi SMKN 1 Kota Bekasi, murid yang ramah, guru yang memotivasi murid, Sekolah yang bertaraf RSBI, luas, hijau dan fasilitas serba ada kutemukan disana.

Oh iya sampai saat ini aku juga punya hewan peliharaan, seekor kucing dapur namanya Radix, telah ku pelihara sejak 7 tahun lalu. Walaupun kucing dapur kalau dituker sama kucing anggora, tetep aja aku tolak (lagi pula siapa yang mau nuker) hhheeeee....
Aku juga punya prinsip, “Lebih baik terlambat daripada Ga sama sekali” mungkin karena itu saya sering terlambat masuk sekolah bahkan sampai sekarang (kuliah).

Begitu lah kuceritakan sebagian pengalaman, mungkin dari cerita tadi kamu bisa menyimpulkan bagaimana sifat dan karakter ku.